Dalam arahannya, Fahrurrazi mengingatkan seluruh peserta agar meluruskan niat dalam mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ). Menurutnya, tujuan utama mengikuti MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar mengembangkan syiar Al-Qur`an dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Ikutilah MTQ dengan penuh keikhlasan. Jangan hanya
mengharapkan kejuaraan, tetapi niatkan sebagai bagian dari peningkatan dan
pengembangan syiar Al-Qur`an. Niat yang lurus akan membuat kita tetap lapang
dada menerima apa pun hasil yang Allah tetapkan, sehingga tidak mudah kecewa
apabila hasilnya belum sesuai harapan," pesannya.
Ia menegaskan bahwa nilai keikhlasan harus tertanam kuat dalam hati
setiap peserta karena prestasi sejati bukan hanya diukur dari perolehan juara,
tetapi juga dari keberhasilan menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman hidup.
Selain itu, Fahrurrazi juga berpesan agar seluruh peserta
senantiasa menjaga adab kepada para guru yang telah membimbing mereka sejak
awal belajar membaca dan memahami Al-Qur`an.
"Jangan pernah melupakan jasa guru-guru mengaji kita. Bisa
jadi keberhasilan yang kita raih hari ini merupakan keberkahan dari doa dan
keikhlasan mereka dalam membimbing kita. Begitu pula jasa kedua orang tua yang
telah mendidik, mendoakan, dan mendukung perjuangan kita hingga berada di titik
ini," ujarnya.
Ia mengajak para peserta membiasakan diri untuk selalu mengingat
dan mendoakan para guru sebelum memulai membaca atau mempelajari Al-Qur`an
sebagai bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya.
"Biasakan menyebut dan mendoakan guru-guru kita sebelum
mengaji. Itu merupakan salah satu bentuk adab seorang murid kepada guru yang
telah mengajarkan ilmu. Insya Allah, keberkahan ilmu akan lebih mudah kita
peroleh apabila adab senantiasa kita jaga," tuturnya.
Di akhir arahannya, Fahrurrazi mengajak seluruh peserta untuk
meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dengan membiasakan melaksanakan salat
tahajud. Menurutnya, kekuatan seorang kafilah tidak hanya dibangun melalui
latihan dan penguasaan materi, tetapi juga melalui kedekatan kepada Allah SWT.
"Mulailah dari sekarang membiasakan salat tahajud. Jangan
hanya semangat mengaji, tetapi juga semangat meningkatkan ibadah lainnya,
terutama tahajud. Jika kita telah melazimkannya dengan penuh keikhlasan, insya
Allah setiap doa dan harapan yang kita panjatkan akan Allah SWT kabulkan,"
ungkapnya.
Fahrurrazi juga menyampaikan bahwa apabila peserta mampu
melazimkan Tahajud, maka akan memberikan ketenangan batin, kekuatan spiritual,
serta menjadi salah satu ikhtiar dalam memohon pertolongan Allah SWT untuk
menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga semangat berlatih,
memperbaiki ibadah, serta mempertahankan akhlak yang baik setelah berakhirnya
Training Center, sehingga mampu menjadi duta Al-Qur`an yang tidak hanya
berprestasi di arena musabaqah, tetapi juga menjadi teladan di tengah
masyarakat.
Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh peserta TC juga di hadiri oleh
Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, para peltih TC serta jajaran LPTQ
Kalsel.
Penulis : raju
Foto : aidil
Editor / Redaktur : rajudin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar