Senin, 20 Juli 2026

Tutup Acara TC, Ketua IV LPTQ Kalsel Tekankan Keikhlasan dan Adab Peserta Kafilah Kalsel

Banjarbaru (LPTQ Kalsel) - Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Fahrurrazi, S.Pd., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua IV Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur`an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan kepada peserta pada penutupan kegiatan Training Center (TC) Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makkah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Fahrurrazi mengingatkan seluruh peserta agar meluruskan niat dalam mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ). Menurutnya, tujuan utama mengikuti MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar mengembangkan syiar Al-Qur`an dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Ikutilah MTQ dengan penuh keikhlasan. Jangan hanya mengharapkan kejuaraan, tetapi niatkan sebagai bagian dari peningkatan dan pengembangan syiar Al-Qur`an. Niat yang lurus akan membuat kita tetap lapang dada menerima apa pun hasil yang Allah tetapkan, sehingga tidak mudah kecewa apabila hasilnya belum sesuai harapan," pesannya.

Ia menegaskan bahwa nilai keikhlasan harus tertanam kuat dalam hati setiap peserta karena prestasi sejati bukan hanya diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari keberhasilan menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman hidup.

Selain itu, Fahrurrazi juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga adab kepada para guru yang telah membimbing mereka sejak awal belajar membaca dan memahami Al-Qur`an.

"Jangan pernah melupakan jasa guru-guru mengaji kita. Bisa jadi keberhasilan yang kita raih hari ini merupakan keberkahan dari doa dan keikhlasan mereka dalam membimbing kita. Begitu pula jasa kedua orang tua yang telah mendidik, mendoakan, dan mendukung perjuangan kita hingga berada di titik ini," ujarnya.

Ia mengajak para peserta membiasakan diri untuk selalu mengingat dan mendoakan para guru sebelum memulai membaca atau mempelajari Al-Qur`an sebagai bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya.

"Biasakan menyebut dan mendoakan guru-guru kita sebelum mengaji. Itu merupakan salah satu bentuk adab seorang murid kepada guru yang telah mengajarkan ilmu. Insya Allah, keberkahan ilmu akan lebih mudah kita peroleh apabila adab senantiasa kita jaga," tuturnya.

Di akhir arahannya, Fahrurrazi mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dengan membiasakan melaksanakan salat tahajud. Menurutnya, kekuatan seorang kafilah tidak hanya dibangun melalui latihan dan penguasaan materi, tetapi juga melalui kedekatan kepada Allah SWT.

"Mulailah dari sekarang membiasakan salat tahajud. Jangan hanya semangat mengaji, tetapi juga semangat meningkatkan ibadah lainnya, terutama tahajud. Jika kita telah melazimkannya dengan penuh keikhlasan, insya Allah setiap doa dan harapan yang kita panjatkan akan Allah SWT kabulkan," ungkapnya.

Fahrurrazi juga  menyampaikan bahwa apabila peserta mampu melazimkan Tahajud, maka akan memberikan ketenangan batin, kekuatan spiritual, serta menjadi salah satu ikhtiar dalam memohon pertolongan Allah SWT untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga semangat berlatih, memperbaiki ibadah, serta mempertahankan akhlak yang baik setelah berakhirnya Training Center, sehingga mampu menjadi duta Al-Qur`an yang tidak hanya berprestasi di arena musabaqah, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh peserta TC juga di hadiri oleh Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, para peltih TC serta jajaran LPTQ Kalsel.


Penulis : raju
Foto : aidil
Editor / Redaktur : rajudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar