Kegiatan Training Center tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kota Banjarbaru, selama 17 hingga 20 Juli 2026. TC diikuti oleh seluruh peserta yang berhasil meraih Juara Terbaik I pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan XXXVII Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala, yang selanjutnya dipersiapkan menjadi Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Tambrin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan atas komitmen dan kesungguhannya dalam menginisiasi serta menyelenggarakan kegiatan pembinaan tersebut.
"Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Training Center ini dengan penuh dedikasi. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, mental juara, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai Al-Qur'an dalam diri setiap anggota kafilah," ujar Tambrin. Jumat (17/7/2026)
Menurutnya, keberhasilan dalam ajang MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur'an, tetapi juga oleh akhlak mulia, kesabaran, keikhlasan, serta kesungguhan dalam menjalani setiap proses pembinaan.
Tambrin mengatakan, Kafilah Kalimantan Selatan memiliki sejarah dan tradisi prestasi yang membanggakan pada pelaksanaan MTQ Nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Banua sekaligus amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Kepada seluruh peserta Training Center, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini untuk terus menempa diri, meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, dan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan penuh kesungguhan.
"Kalian adalah putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang dipercaya membawa nama besar Banua di tingkat nasional. Dengarkan arahan para pembimbing, hormati para pelatih, dan jadikan setiap latihan sebagai bagian dari ikhtiar menuju keberhasilan di masa depan," pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa membawa nama Kalimantan Selatan berarti membawa harapan, doa, dan kebanggaan seluruh masyarakat Banua. Karena itu, para peserta diminta untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kesantunan, dan akhlakul karimah.
"Jadikan Al-Qur'an bukan hanya sebagai bacaan yang dilantunkan, tetapi sebagai cahaya yang membimbing perilaku dan kehidupan sehari-hari. Generasi Qur'ani adalah mereka yang tidak hanya indah suaranya dalam membaca ayat-ayat Allah, tetapi juga indah akhlaknya dalam menjalani kehidupan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Tambrin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap pengembangan syiar Al-Qur'an serta pembinaan Kafilah MTQ Kalimantan Selatan.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi menjadi energi besar dalam melahirkan generasi Qur'ani yang berprestasi sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, LPTQ, para pembina, pelatih, dan seluruh elemen masyarakat terus terjalin dengan baik dalam mewujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju, religius, dan sejahtera.
Mengakhiri sambutannya, Tambrin mengajak seluruh anggota kafilah untuk berlatih dengan sungguh-sungguh, berjuang dengan penuh keyakinan, serta bertanding dengan membawa nama baik Banua.
"Jadikan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan adalah daerah yang melahirkan generasi pencinta Al-Qur'an yang berprestasi, berkarakter, dan membanggakan," pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar