Sabtu, 11 Juli 2026

Daurah Qira'at Al-Qur'an, LPTQ Kalsel Perkuat Tradisi Keilmuan Bersanad

Banjarmasin (Kemenag Kalsel/LPTQ Kalsel) – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalimantan Selatan terus memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur'an yang bersanad melalui penyelenggaraan Daurah Qira'at Al-Qur'an. Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Banjatmasin di Banjarbaru, Sabtu (11/7/2026), tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang mampu menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an sekaligus mewariskan khazanah keilmuan Islam kepada generasi penerus.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua I LPTQ Kalimantan Selatan, saat membuka Daurah Qira'at Al-Qur'an.

Mengawali sambutannya, Tambrin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPTQ Kalimantan Selatan beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Kalimantan Selatan selaku penyelenggara, beserta seluruh panitia yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, dan dedikasinya sehingga Daurah Qira'at Al-Qur'an ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Menurut Tambrin, penyelenggaraan daurah merupakan ikhtiar nyata LPTQ Kalimantan Selatan dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan khazanah keilmuan Al-Qur'an. Ia menegaskan, peran LPTQ tidak hanya terbatas sebagai penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), tetapi juga menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya insan Qurani yang berkualitas.

"Daurah ini menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur'an terus tumbuh di tengah perkembangan zaman. LPTQ harus terus hadir sebagai lembaga yang membina lahirnya generasi Qurani yang memiliki kualitas bacaan, pemahaman, dan akhlak," katanya.

Tambrin menjelaskan bahwa mempelajari ilmu qira'at bukan sekadar memahami ragam bacaan Al-Qur'an, melainkan juga menjaga warisan keilmuan yang memiliki sanad hingga Rasulullah SAW.

"Ilmu qira'at mengajarkan bahwa setiap bacaan memiliki dasar yang kuat, riwayat yang terpercaya, serta mengandung hikmah yang memperkaya pemahaman terhadap Kalamullah. Karena itu, ilmu qira'at harus dipelajari dengan penuh ketelitian, adab, serta bimbingan guru yang memiliki sanad keilmuan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Tambrin juga membekali para peserta dengan empat pesan penting selama mengikuti daurah. Pertama, meluruskan niat semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT dan mendekatkan diri kepada Al-Qur'an. Kedua, membangun adab sebelum ilmu dengan menghormati guru, memuliakan sesama peserta, menjaga lisan, serta memanfaatkan setiap kesempatan belajar.

Ketiga, bersungguh-sungguh dalam belajar karena ilmu qira'at membutuhkan ketelitian, kesabaran, latihan yang berulang, dan istiqamah melalui proses talaqqi, musyafahah, serta murojaah yang berkesinambungan. Keempat, menjadikan Al-Qur'an sebagai akhlak kehidupan sehingga keindahan bacaan senantiasa selaras dengan keindahan perilaku.

"Tujuan akhir mempelajari Al-Qur'an bukan hanya fasih di lisan, tetapi juga hidup dalam hati dan tercermin dalam amal," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Tambrin berharap Daurah Qira'at Al-Qur'an menjadi momentum lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya memiliki bacaan yang indah, tetapi juga memahami kemuliaan ilmu, menjaga kemurnian bacaan sesuai sanad yang sahih, serta mampu menjadi duta Al-Qur'an di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap sesi pembelajaran dengan sungguh-sungguh, memperbanyak latihan, tidak ragu memperbaiki kesalahan, serta menjadikan para guru sebagai teladan dalam menjaga adab terhadap Al-Qur'an.

"Semoga daurah ini menjadi momentum lahirnya generasi Qurani yang mampu menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar