Minggu, 21 Juni 2026

MTQN XXXVII Kalsel Resmi Dibuka, Syiar Al-Qur’an Menggema dari Barito Kuala

Marabahan (LPTQ  Kalsel) – Syiar Al-Qur’an menggema dari Kabupaten Barito Kuala saat Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin di Lapangan 5 Desember Marabahan, Sabtu (20/6/2026) malam. Kegiatan yang diikuti kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan ini menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa MTQN tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para qari dan qariah terbaik, tetapi juga sarana refleksi bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya.

“Momentum MTQN ini menjadi ruang waktu yang lebih menyadarkan kita semua bahwa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an adalah pedoman untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

Menurut Muhidin, pelaksanaan MTQN harus mampu menghadirkan kesadaran dan penghayatan yang lebih kuat di tengah masyarakat agar istiqamah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Di arena MTQN ini, kita bukan hanya menghadirkan perlombaan bidang tilawatil Qur’an, tetapi juga diharapkan menumbuhkan kesadaran, perenungan, serta penghayatan seluruh umat Islam di Kalimantan Selatan agar istiqamah dalam membaca dan mengamalkan pesan-pesan kitab suci Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ragam hiburan digital.

“Karena berbagai macam tayangan hiburan, media sosial, game online, dan gaya hidup lainnya terkadang menjadi penghalang dan melalaikan kita untuk istiqamah dalam membaca Al-Qur’an, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda kita,” ungkapnya.

Untuk itu, Muhidin mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk membiasakan membaca Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Mari kita jadikan kebiasaan membaca Al-Qur’an sebagai gaya hidup dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat Kalimantan Selatan,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan H. Hadi Saputera, S.Ag., M.A. menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQN XXXVII mengusung tema “Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Batola SATU (Sejahtera, Agamis, Terpadu, dan Unggul)”.

Menurut Hadi, tema tersebut menjadi cerminan komitmen bersama untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tema ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Generasi muda dan masyarakat diharapkan senantiasa membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan agar dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera, agamis, terpadu, dan unggul,” ujarnya.

Hadi menambahkan, tema MTQN XXXVII juga selaras dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan, yakni Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan. Karena itu, MTQN diharapkan menjadi wadah untuk membangun karakter generasi Qurani yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.

“Tema MTQN ini selaras dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan, Bapak H. Muhidin,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan MTQN XXXVII, syiar Al-Qur’an diharapkan semakin mengakar di tengah masyarakat Kalimantan Selatan dan melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan MTQN XXXVII di Barito Kuala turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, para bupati dan wali kota se-Kalsel, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, jajaran Kementerian Agama, pengurus LPTQ, tokoh agama, alim ulama dan habaib, serta kafilah peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar