Verifikasi faktual dilaksanakan selama dua hari, yakni 18–19 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang akan mengikuti MTQ Nasional XXXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Pada hari pertama, Kamis (18/6/2026), tim verifikator melakukan pemeriksaan berkas peserta dari tujuh daerah, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Balangan, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kota Banjarbaru.
Sementara itu, verifikasi hari kedua yang dijadwalkan pada Jumat (19/6/2026) akan diikuti oleh enam daerah lainnya, yakni Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Tapin.
Ketua Tim Verifikasi MTQ Nasional XXXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, H. Bustaniansyah, menjelaskan bahwa verifikasi faktual bertujuan memastikan keabsahan identitas peserta, domisili, serta dokumen pendukung lainnya sehingga pelaksanaan MTQ dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
“Verifikasi ini merupakan bagian dari komitmen panitia untuk menjaga integritas pelaksanaan MTQ. Seluruh dokumen peserta diperiksa secara teliti agar tidak terjadi permasalahan administrasi pada saat perlombaan berlangsung,” ujarnya.
Selain memeriksa kelengkapan berkas, tim verifikator juga melakukan pencocokan data peserta dengan dokumen asli yang dibawa oleh masing-masing kafilah. Untuk memperkuat validitas data, peserta juga menjalani pemindaian biometrik berupa sidik jari dan wajah serta pengundian nomor peserta secara online sesuai pedoman dan regulasi yang telah ditetapkan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Menurut Bustaniansyah, penggunaan verifikasi biometrik menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kesesuaian identitas peserta dengan data yang telah didaftarkan sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran administrasi selama pelaksanaan MTQ.
“Kami berharap pelaksanaan verifikasi faktual berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh daerah peserta. Kehadiran pendamping kafilah juga sangat membantu dalam memberikan klarifikasi apabila diperlukan selama proses pemeriksaan dokumen,” tambahnya.
MTQ Nasional XXXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta cabang lainnya. Melalui proses verifikasi yang ketat dan transparan, diharapkan MTQ dapat melahirkan peserta terbaik yang nantinya mampu mewakili Kalimantan Selatan pada ajang MTQ tingkat nasional

Tidak ada komentar:
Posting Komentar