Kegiatan tersebut menghadirkan Tenaga Ahli Teknologi Informasi LPTQ Nasional Muhammad Faisal sebagai narasumber sekaligus instruktur yang memberikan pembekalan terkait penggunaan aplikasi e-MTQ yang akan digunakan dalam pelaksanaan MTQ.
Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa secara umum penyelenggaraan MTQ dari tahun ke tahun tidak mengalami banyak perubahan, termasuk dari sisi kepanitiaan yang berasal dari LPTQ. Menurutnya, sebagian besar anggota Tim IT telah memiliki pengalaman dan terbiasa menangani pelaksanaan MTQ pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pada dasarnya, kesempatan ini merupakan pengulangan dan penyegaran kembali terhadap hal-hal yang selama ini sudah dijalankan. MTQ merupakan agenda rutin yang setiap tahun atau periode tertentu dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perbedaan utama dalam penyelenggaraan MTQ biasanya terletak pada daerah yang menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan penyamaan persepsi kembali kepada seluruh unsur panitia, khususnya Tim IT dan panitera, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai prosedur.
Pada kesempatan tersebut, Faisal juga memberikan ruang kepada peserta untuk melakukan simulasi penggunaan aplikasi e-MTQ secara langsung. Simulasi dilakukan menggunakan versi cloning aplikasi yang telah disiapkan khusus sebagai sarana latihan bagi Tim IT.
“Kita sudah siapkan cloning aplikasinya untuk dicoba-coba teman-teman IT, mulai dari proses daftar ulang untuk memastikan kebenaran dokumen peserta hingga pengacakan nomor peserta,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Tim IT dan panitera semakin memahami alur kerja aplikasi e-MTQ, sehingga mampu memberikan dukungan teknis yang optimal selama pelaksanaan MTQ serta meminimalisasi potensi kendala yang mungkin terjadi di lapangan.
Berita ini dapat ditambahkan kutipan dari Ketua LPTQ Kalsel atau penanggung jawab kegiatan jika diperlukan untuk memperkuat isi dan sudut pemberitaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar