Senin, 27 April 2026

LPTQ Kalsel Bahas Tema Syarhil Qur’an MTQ XXXVII 2026, Tawarkan Dua Pilihan Tema untuk Peserta

Banjarmasin (LPTQ Kalsel) – Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala, Tim Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Selatan melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan menggelar rapat pembahasan tema cabang Syarhil Qur’an secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (27/4/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Umum LPTQ Kalsel H. Ahmad Sawiti didampingi Sekretaris IV LPTQ Kalsel H. Mahali, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan LPTQ Kalsel H. Muslim beserta anggota, serta diikuti oleh pengurus LPTQ kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Sekretaris Umum LPTQ Kalsel H. Ahmad Sawiti menjelaskan, rapat ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus LPTQ kabupaten dan kota terkait tema Syarhil Qur’an yang akan digunakan pada MTQ XXXVII Tahun 2026, sekaligus memberikan kepastian bagi peserta agar dapat mempersiapkan materi secara lebih terarah dan maksimal.

Menurutnya, pembahasan tema ini sangat penting karena cabang Syarhil Qur’an tidak hanya menuntut kemampuan membaca dan memahami ayat, tetapi juga kecakapan peserta dalam menguraikan pesan Al-Qur’an secara kontekstual sesuai perkembangan zaman.

“Tujuan utama rapat ini adalah agar seluruh daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai tema yang akan diperlombakan, sehingga tidak terjadi perbedaan penafsiran di lapangan. Selain itu, kami ingin memberikan ruang kepada peserta untuk lebih siap dan mampu menghadirkan gagasan yang aktual, solutif, dan bernilai dakwah,” ujar Ahmad Sawiti.

Ia menambahkan, tema-tema yang dipilih harus mampu menjawab tantangan aktual di tengah masyarakat, baik dalam aspek sosial, teknologi, lingkungan, maupun kehidupan berbangsa dan beragama, sehingga cabang Syarhil Qur’an benar-benar menjadi media edukasi dan syiar Islam yang relevan.

Berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat tersebut LPTQ Kalsel menawarkan dua pilihan, yang petama peserta boleh menggunakan empat tema baru atau pilihan yang kedua boleh menggunakan kombinasi tiga tema baru dan satu tema yang lama. 

Adapun tema lama yang masih dapat digunakan meliputi Etika Berdemokrasi dalam Perspektif Islam, Penguatan Moderasi Beragama melalui Platform Digital, Merawat Persaudaraan di Tengah Masyarakat Multikultural, Menampilkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Penguatan Pendidikan Karakter Menuju Jati Diri Bangsa, Relasi Ulama dan Umara dalam Menjaga Keutuhan Bangsa, Menggapai Keluarga Sakinah dalam Perspektif Al-Qur’an, Mengeliminasi Perundungan di Kalangan Remaja, serta Pengajaran Al-Qur’an di Era Digital.

Sementara itu, tema baru yang ditawarkan mencakup Al-Qur’an dan Etika Teknologi di Era Kecerdasan Buatan (AI), Tabayyun dan Akhlak Bermedia Sosial, Gerakan Kolektif Menghadapi Krisis Iklim dan Polusi Global, Inovasi Keuangan Islam dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Teknologi, Ketahanan Keluarga di Tengah Disrupsi Digital, Transparansi dan Integritas Publik dalam Pemerintahan Elektronik (E-Government), Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Agraria, Persatuan dan Kerukunan Umat Beragama, serta Digitalisasi Pendidikan Islam.

Melalui rapat ini, LPTQ Kalsel berharap seluruh peserta MTQ dapat mempersiapkan diri lebih matang, khususnya pada cabang Syarhil Qur’an, sehingga pelaksanaan MTQ XXXVII di Barito Kuala dapat berlangsung sukses, berkualitas, dan melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjawab tantangan zaman.

Penulis : raju
Foto : udin
Editor / Redaktur : rajudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar